02
Feb

Lighting Menarik Untuk Rumah Anda

Point Penting Membuat Lighting Menarik Untuk Rumah Anda.


Val-interior.id Kali ini mari kita bahas tentang trik lighting menarik untuk rumah anda yang akan merubah penampilan hunian anda menjadi lebih menarik.

Berikut beberapa tips untuk membuat rumah anda menarik :

1. Fasade

Pengertian Fasade adalah tampilan muka bangunan dari keseluruhan bentuk bangunan. Pencahayaan pada fasade bangunan diperlukan untuk menampilkan bentuk dan detail arsitektural sebuah bangunan.

Pencahayaan fasade umumnya menggunakan tipe lampu sorot dengan sudut yang besar (floodlight), dimana dengan lampu tipe tersebut dapat menerangi area fasade yang ingin ditonjolkan.

Penerangan dapat juga dilakukan dengan menggunakan lampu jenis spotlight (lampu sorot dengan sudut pencahayaan yang lebih kecil), striplight (lampu yang dapat menunjukkan outline bangunan); atau jenis uplight (lampu yang mengarah ke atas).

Lighting menarik untuk rumah anda

Sumber Via : Pinterest

2. Garasi dan carport

Lighting Menarik Untuk Rumah Anda

Sumber via : Trand decor

Garasi dan Carport memiliki fungsi yang sama namun berbeda karakter dan tempat, jika Garasi merupakan bagian dari ruang dalam, sedangkan carport merupakan bagian dari ruang luar (karena berada di luar ruangan/ bangunan).

Teknik pencahayaan yang digunakan dapat beragam, untuk menampilkan kesan megah, bidang-bidang vertikal yang ada pada fasade bangunan dapat diberi sorot lampu, sehingga memberi penegasan pada bidang-bidang vertikal fasade.

Apabila ingin menampilkan ciri khas bangunan, detail-detail yang ada pada fasade bangunan yang dipertegas. Misal pada bangunan bergaya klasik, dimana terdapat banyak detail pada fasadenya.

Penerangan pada fasade dapat menggunakan lampu sorot dengan tipe reflektor asymmetric.

Karena dengan sudut reflektor asymmetric, area fasade bangunan dapat diterangi secara optimal. Jika ingin menerangi bidang-bidang yang umum dapat menggunakan lampu sorot dengan dengan tipe reflektor symmetric.

Pencahayaan pada kedua area tersebut memiliki fungsi yang sama, yaitu sebagai penerangan umum dimana lebih diutamakan untuk keamanan.

Area garasi seringkali digunakan sebagai tempat untuk reparasi/ service, sehingga perlu pencahayaan yang cukup terang untuk menerangi kegiatan di tempat tersebut.

Jika ingin menampilkan bentuk bangunannya dapat menggunakan lampu jenis striplight, dimana dengan tipe lampu jenis ini outline dari bangunan dapat dipertegas, sedangkan untuk menampilkan effect siluet pada bangunan dapat dilakukan dengan memberikan pencahayaan dari arah belakang bangunan.

Pada area carport, pencahayaan lebih kepada accent lighting karena penerangan di area carport ikut mempengaruhi penerangan pada fasade bangunan (karena carport berada pada bagian tampak bangunan).

Jenis lampu yangdapat digunakan pada area carport seperti lampu dinding, lampu jenis batten (dengan cover, untuk memberikan proteksi terhadap lampu), ataupun tipe lampu sorot untuk memberi effect washing pada kanopi carport.

Dalam pengertian tertentu dapat disebut juga verandah/ beranda (ruang terbuka yang terdiri dari atap dan lantai di sepanjang salah satu sisi rumah – oxford dictionary).

3. Teras

Teras merupakan ruang transisi antara ruang luar dengan ruang dalam, aktifitas yang terjadi di ruang ini juga tidak terlalu intensif, namun dari ruang inilah suasana santai dapat dinikmati oleh pemilik rumah. Letak teras juga berbeda-beda, ada Teras Depan.

Teras Samping; ataupun Teras Belakang, tergantung dari jenis kegiatan yang terjadi, apakah privat; semi-privat; atau umum.

Di bagian depan, teras merupakan ruang untuk kegiatan umum maupun kegiatan yang bersifat semi-privat, karena pada area ini, teras berfungsi sebagai ruang penerima tamu.

Teras yang bersifat privat adalah teras samping dan teras belakang, karena pada bagian ini, teras digunakan oleh pemilik rumah sebagai tempat untuk bersantai dan menikmati saat-saat istirahat.

Penggunaan lampu sorort pada area carpot, aplikasinya dapat dilakukan dengan menyorot bidang atap (memberikan ketegasan material yang digunakan) sehingga menimbulkan indirect effect pada permukaan carport.

Untuk lampu dinding, dapat menggunakan tipe lampu dinding yang memberikan efek washing pada dinding sekitar carport, dapat juga lampu dinding tersebut ditempatkan pada kolom-kolom penyangga kanopi. Atau dengan cara yang sederhana, dapat menggunakan lampu tipe batten untuk penerangan carport, dengan meletakkannya pada kanopi carport.

Taman merupakan suatu area dimana pemilik rumah ingin merasakan kesejukan yang dihadirkan olehnya, dalam hal ini taman berfungsi sebagai relaxing and therapy zone bagi pemilik rumah, terutama di waktu-waktu santai pemilik rumah, yaitu saat pagi hari dan menjelang sore.

Ketika malam hari fungsi taman sedikit berubah, menjadi therapy and romantic zone, dalam suasana ini pemilik rumah menikmati keindahan taman sebagai perenungan dan penyegaran diri.

Melalui pemanfaatan pencahayaan yang baik, fungsi taman sebagai tempat penyegaran diri di malam hari dapat tercapai. Penggunaan warna-warna cahaya yang lembut memberikan kesan suasana akrab, ramah, dan tenang di sekitar taman.

Ada baiknya penggunaan lampu taman disesuaikan dengan gaya/ konsep taman yang ada, karena jika tidak, penggunaan lampu taman justru dapat merusak konsep taman tersebut.

Tempatkan beberapa lampu sorot untuk menyorot tanaman agar memberikan kesan dramatis, lampu jenis halogen sangat sesuai untuk menyinari tanaman, karena lampu jenis halogen memiliki renderasi warna hijau dan warna kuning yang baik (unsur warna yang umumnya terdapat pada tanaman).

contoh pencahayaan pada area taman
Jika terdapat kolam ikan pada taman, letakkan lampu kolam untuk memberikan pencahayaan di dalam air, gerak-geliat ikan di kolam akan sangat indah ketika melewati cahaya sinar yang seolah-olah ‘membanjiri’ kolam.

Pencahayaan ruang teras ini dapat menggunakan beberapa jenis lampu dekoratif (tergantung konsep ruang yang diinginkan), misal :ruang teras ber-konsep minimalis dapat menggunakan lampu gantung dengan bentuk yang minimalis dengan penempatan downlight pada plafond teras, sehingga tetap dapat memberikan penerangan yang cukup pada area tersebut.

Jika teras digunakan hanya sebagai ruang antara (bukan untuk ruang duduk), penggunaan accent lighting cukup untuk menerangi aktifitas yang terjadi, jika teras yang digunakan sebagai area penerima tamu dan ruang duduk bersama, ada baiknya penerangan area tersebut menggunakan pencahayaan yang merata, hal ini dimaksudkan untuk menunjang aktivitas yang terjadi di ruang tersebut.

Penambahan lampu dinding pada sisi-sisi teras untuk accent lighting dapat mem-berikan nuansa yang berbeda, lampu tipe standing lamp dapat juga ditempatkan pada ruang teras jika pemilik rumah sering menggunakan teras sebagai tempat untuk membaca ataupun berdiskusi antar anggota keluarga.

desain teras rumah

Sumber via : Ayayhome

4. Foyer

Foyer merupakan area transisi atau juga berfungsi sebagai area ‘penerima’ (sebelum masuk ke ruang utama). Pencahayaan yang digunakan pada area ini umumnya menggunakan pencahayaan general dengan paduan accent lighting – untuk memberikan kesan akrab, karena fungsi foyer sebagai ruang perantara menuju ke ruang utama.

Aplikasi pencahayaannya dapat menggunakan lampu downlight, dengan tingkat pencahayaan yang cukup (tergantung kesan ruang yang akan ditampilkan; kesan resmi, santai atau akrab).

Pencahayaan dapat juga dikombinasikan dengan indirect light, maupun uplight untuk membuat ruangan lebih ekspresif, dan menunjukkan karakter material yang digunakan pada ruangan. Foyer
contoh penerangan foyer.

Ruang tamu, merupakan area utama yang akan dirasakan oleh para pendatang (tamu), untuk itu pencahayaan ruang tamu harus dapat memberikan kesan/ nuansa yang welcome.

foyer design

Sumber via : Homegsgn

5. Guest room

Jenis lampu yang digunakan dapat berupa jenis downlight, maupun jenis lampu decorative. penegasan pada obyek-obyek yang artistik baik lukisan, patung, maupun dinding bertekstur sangat disarankan, sehingga nuansa arsitektural yang diciptakan oleh perancang dapat lebih mendukung kesan ruang.

Aplikasi yang digunakan merupakan jenis accent lighitng, dimana efek cahaya yang digunakan merupakan cahaya aksen, seperti halnya efek wallwasher pada area dinding, efek shadow pada patung, efek dot pada satu obyek tertentu, maupun efek-efek lainnya yang turut mendukung suasana ruang tamu.

Ruang Keluarga merupakan area atau ruang yang lebih private dibandingkan dengan ruang tamu, lighting menarik untuk rumah karena pada area ini hanya kenalan atau teman dekat dari pemilik rumah yang biasanya boleh diijinkan untuk masuk ke dalam ruangan ini.

Jasa design kamar tidur

Sumber via : Val Interior.id

6. Living Room

Pencahayaan yang dapat digunakan di ruangan ini adalah jenis general lighting, karena ruang keluarga tidak hanya sebagai tempat untuk berkumpulnya para penghuni rumah, melainkan juga sebagai tempat untuk nonton bersama (ruang keluarga cenderung dengan area nonton, karena hampir setiap ruang keluarga pasti terdapat pesawat televisi), untuk itu pencahayaan yang cukup dan merata sangat diperlukan, bahkan ruang keluarga juga digunakan untuk ruang belajar bersama.

Penempatan lampu-lampu hias berupa lampu gantung maupun lampu dinding perlu diperhatikan, agar dapat lebih menunjang baik dari segi estetika maupun kebutuhan pencahayaannya sehingga lighting menarik untuk rumah dapat maksimal.

livingroom

Sumber via : Home design

7. Bedroom

Tempat tidur merupakan area pribadi, sebuah tempat yang memerlukan suasana relaksasi bagi orang yang tinggal di dalamnya.

Pencahayaan di tempat tidur dibuat secara minim untuk menciptakan suasana yang nyaman dan tenang, sehingga fungsi ruang tidur sebagai “tempat istirahat” dapat dinikmati oleh orang yang ada di dalamnya.

Penggunaan warna yang berjenis warm (hangat) sangat disarankan, karena cahaya yang berwarna hangat dapat juga menciptakan suasana yang nyaman, terlebih lagi jika cahaya tersebut dapat diatur intensitasnya yaitu dengan menggunakan sistem dimmer sebagai lighting menarik untuk rumah (alat untuk mengontrol kuat-lemah terang cahaya).

desain kamar tidur

Sumber via : Goodsgn

8. Dinning Room

desain ruang makan minimalis

Sumber Via : Domakeover

Pencahayaaan untuk area makan, ada baiknya lebih dikonsentrasikan pada area meja makan, agar orang dapat lebih menikmati makanannya dan lebih jelas saat melihat hidangan yang disajikan.

Aplikasi pencahayaannya dapat dengan general lighting, yaitu dengan menggunakan lampu-lampu tipe downlight disekitar meja makan. Untuk lebih menerangi area meja, dapat juga ditempatkan lampu gantung yang ketinggiannya dapat disesuaikan (adjust) sesuai dengan keinginan kita.

Namun, anda juga dapat menerapkan konsep lain, yaitu dengan menggunakan lampu indirect pada langit-langit ruang makan, kemudian gunakan lampu gantung dengan jenis cover yang cahayanya selain kebawah juga berpendar (secara diffuse) ke atas.

Baca juga : Jasa Desain Interior Rumah

9. Dapur

Dapur memerlukan tingkat pencahayaan yang sangat tepat, karena berbagai kegiatan yang detail dilakukan di sini (meracik bumbu, mengiris, memotong, dll). penerangan yang perlu diperhatikan terutama terletak pada sekeliling meja saji, hal tersebut diterapkan agar penghuni merasa aman dan nyaman saat sedang melakukan pekerjaan memasak.

Jika terdapat over head cabinet, ada baiknya anda meletakkan strip lghting dibawah cabinet tersebut, selain menambah tingkat penerangan, fungsi strip lighting juga dapat menambah estetik accent lighting pada area dapur.